Haris Media official website | Members area : Register | Sign in


~*0*~
Ketika Anda berhenti mengubah, Anda sudah berakhir (Benjamin Franklin)
.

~*0*~
Perubahan dimulai ketika seseorang melihat langkah berikutnya (Willian Drayton)
.

~*0*~
Dia yang menolak perubahan adalah arsitek pembusukan (Harold Wilson)
.

~*0*~
Perubahan itu sendiri kekal, terus menerus, abadi. (Arthur Schopenhauer)
.

~*0*~
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah (Lao Tze)
.

~*0*~
Ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia (Norman Vincent Peale)
.

~*0*~
Tidak ada yang salah dengan perubahan, selama berada di arah yang benar (Winston Churchill)
.

~*0*~
Kita berubah, apakah kita suka atau tidak (Ralph Waldo Emerson)
.

~*0*~
Kita harus berubah menjadi seperti yang ingin kita lihat (Mahatma Gandhi)
.

~*0*~
Berteriaklah lantang jika dunia ingin melihatmu, Singkirkan rasa takutmu jika kau inginkan perubahan, Yakinlah kau bisa jika oranglain ingin percayai dirimu, Karena aku adalah sang inovator...! (anonim)
.
Image and video hosting by TinyPic
.
Image and video hosting by TinyPic
Maaf Blog Ini Sedang Dalam Proses Pengembangan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Gapai Kesuksesan di Luar Cara Konvensional

Senin, 25 Juli 2011

SEBAGIAN orang tidak terprogram untuk bekerja di lingkungan tradisional. Jika Anda mudah bosan, memiliki banyak minat, dan lebih memilih untuk membuat aturan sendiri, maka Anda mungkin salah satu dari mereka.

Anda tentu saja bisa menghabiskan hidup penuh penderitaan selama beberapa dekade dengan menjadi seorang karyawan, mengeluhkan bagian diri yang hilang, merasa tidak terpenuhi dan bosan. Namun, Anda juga bisa mengambil langkah berani dan menghadapi risiko dengan membuat jalan sendiri menuju kesuksesan.

Wayne Rogers, seorang pengusaha, pebisnis, dan aktor telah mengambil keputusan tersebut dalam hidupnya. Dia pernah terlibat dalam segala hal mulai dari pembuatan anggur, bisnis pengantin, sampai berakting di atas panggung dan memiliki sebuah perusahaan distribusi film.

Dalam bukunya berjudul Make Your Own Rules: A Renegade Guide to Unconventional Success, Rogers menjabarkan bagaimana dia bisa menguasai berbagai macam bisnis secara independen. Berikut ini adalah beberapa tips yang disarikan dari bukunya seperti dikutip situs msn.careerbuilder.com:

Jangan membatasi diri
Banyak orang percaya, pilihan karier mereka harus dibuat berdasarkan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja yang sesuai untuk bidang tertentu. Namun, Rogers memiliki pendapat berbeda. ''Hal ini akan mengejutkanmu. Tetapi, benang umum untuk berbagai bisnis di mana saya terlibat adalah bahwa saya belum pernah berkecimpung di dalamnya sebelumnya.''

Jika banyak orang memandang kurangnya pengalaman sebagai hambatan untuk memasuki bisnis tertentu, Rogers justru melihatnya sebagai keuntungan. ''Itu adalah suatu keuntungan karena saya tidak punya aturan yang harus diikuti, tidak ada keputusan yang bisa dibuat ulang, tidak ada 'buku' yang memberitahuku bagaimana cara menemukan kesuksesan.''

Kenyataan itu memungkinan Rogers untuk mengambil pendekatan kreatif ketimbang pendekatan administrasi. ''Keyakikanku adalah bahwa hasil terbaik dalam bisnis berasal dari proses kreatif, dari kemampuan untuk melihat sesuatu secara berbeda dari orang lain, dan dari menemukan jawaban untuk masalah yang tidak terikat kalimat 'kami selalu melakukannya dengan cara ini.' ''
Mematuhi regulasi
Bahkan bisnis terkecil pun harus tunduk terhadap berbagai peraturan daerah mau pun pusat. Jika Anda ingin memulai bisnis sendiri, peraturan tersebut harus dipelajari dan dipatuhi. Kemampuan Anda untuk mematuhi dokumen dan laporan yang diperlukan oleh berbagai aturan tersebut, dapat membuat perbedaan berarti antara keberhasilan dengan kegagalan.
Besar belum tentu lebih baik
Lawan dorongan untuk membuat pertumbuhan dan tujuan yang terlampau muluk dari bisnis Anda. Menurut Rogers, ukuran tidak efisien. ''Belum lama berlalu, ada beberapa produsen mobil termasuk Nash, Kaiser, Hudson, Studebaker dan Packard. Mereka harus bersaing satu sama lain. Apakah itu sulit? Ya, tapi hal itu mengarah pada inovasi.''

Sebaliknya, imbuh Rogers, tiga pemain besar seperti Ford, General Motors dan Chrysler telah berpuas diri dengan produk-produk mereka sehingga tersusul oleh pesaing asing dan terpaksa menghadapi krisis. Pertahankan bisnis kecil Anda dan tetaplah berinovasi, sarannya.
Mitra bisnis baik
Pilih mitra bisnis Anda secara bijaksana, nasihat Rogers. ''Pilih mitra dan rekan yang Anda percaya dan buat mereka memercayai Anda. Kedua proses ini hampir dapat dipastikan akan memengaruhi hasil dari apa yang Anda lakukan.''

Gunakan insting Anda, amati perilaku orang-orang, dan nilai konsekuensi tindakan mereka. Selain dapat dipercaya, mitra bisnis dan karyawan juga harus dapat berbagi pola pikir yang sama dengan Anda. (Yul/OL-06)

Terimalah konsekuensi pilihanmu

Kamis, 21 Juli 2011

Oleh Anthony Dio Martin

Seorang wanita di San Diego merasa terganggu sekali oleh anjing tetangganya. Setiap malam ia merasa tidak bisa tidur karena lolongan anjing tetangganya itu. Akhirnya, dalam kemarahannya, ia mencari nomor telepon tetangganya dan setiap malam, dia menelepon tetangganya tersebut, hanya dengan sebuah pesan, “AUUUUUU....” suara melolong di telepon, lalu kemudian ditutup.

Tetangganya yang merasa terganggu oleh telepon itu, lalu melapor ke polisi. Ketika polisi melacak dan menemukan bahwa peneleponnya adalah tetangganya yang terganggu, si tetangga yang menelepon itu pun ditanya mengapa ia melakukannya.
Jawabannya sederhana, “Kalau saya tak bisa tidur, jangan harap ia juga bisa tidur!’. Dari kepolisian, ka sus ini pun diangkat ke meja hijau. Untungnya si hakim cukup bijak sehingga, keputusan pun diambil.

Si anjing tidak boleh lagi berada di sekitar kawasan itu. Namun, si tetangga yang mengganggu lew ttelepon pun dihukum kerja sosial beberapa bulan karena mengganggu privasi orang dengan pilihannya membalas dendam melalui telepon lolongan anjingnya’ itu.
Menurut ilmu Kecerdasan Emosional, setiap orang punya pilihan atas tindakan yang ia lakukan. Pada dasarnya, setiap tindakan punya konsekuensi. Si hakim menghukun si tetangga yang jahil dengan tepeon itu karena alasan yang sederhana.
Sebenarnya, dia sendiri bisa melakukan beberapa langkah pilihan: menelepon polisi, menegur tetangganya, menjadikan tetangganya sebagai teman lalu membujuknya pelan-pelan untuk menaruh anjingnya di tempat yang tak mengganggu, serta masih banyak langkah lainnya.

Sayangnya, semua pilihan yang lebih positif tidak ia dilakukan, justru yang ia pikirkan adalah balas dendam. Sebuah pilihan salah yang membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan.

Untungnya, yang diterima hanya hukuman kerja sosial. Kisah ini mengawali soal pentingnya memikirkan suatu konsekuensi tindakan sebelum sebuah langkah diambil!
Kisah sebaliknya
Sebaliknya, ada pula kisah yang bertolak belakang dari kisah di atas. Suatu ketika, ada seorang peternak yang memiliki peternakan domba. Sayangnya, domba-domba ini selalu ditakut-takuti dan bahkan digigit hingga terluka oleh anjing tetangganya yang dilepaskan di halaman.

Berbulan-bulan, kejadian ini menjadi masalah bagi peternak yang memelihara domba-domba itu. Akhirnya, karena tidak tahan lagi, ia pun pergi menemui seorang hakim dan meminta si hakim untuk menghukum tetangga serta anjingnya itu.

Si hakim yang bijak, menganggukangguk lantas memberikan jawaban kepada peternak yang marah itu, “Pak, saya bisa saja menjatuhkan hukuman yang berat kepada tetanggamu itu. Tetapi akibatnya, jadi bermusuhan. Saya menyarankan, ketika dombamu mulai mempunyai anak, berikanlah satu ekor kepadanya sebagai tanda persahabatan.”

Awalnya, si peternak itu tentu saja menolak karena sudah telanjur merasa jengkel dengan tetangganya tersebut, tetapi si hakim kelihatannya sangat percaya dengan sarannya. Akhirnya, si peternak itu pun diminta segera melakukan apa yang disarankannya.
Ketika domba kecil itu diberikan pada tetangganya apa yang terjadi adalah suatu akhir yang menyenangkan. Segera, persahabatan dan keakraban menjadi semakin baik di antara mereka.
Lantas, karena tetangganya pun melepaskan domba kecilnya di halaman, maka untuk menjaga domba itu dari gigitan anjingnya sendiri, si anjing itu pun segera dirantainya. Dengan demikianlah, anjing itu pun tidak bisa mengganggu domba si peternak itu. Masalah pun selesai.

Ada pilihan, ada konsekuensi

Kedua kisah di atas sebenarnya mengajarkan kepada kita soal konsekuensi pilihan dari kata-kata, sikap serta tindakan kita. Salah satu prinsip penting yang bisa kita terapkan adalah realita bahwa kita sebenarnya punya banyak pilihan atas apa reaksi yang ingin kita berikan.

Kita ambil contoh. Tatkala hujan turun sebelum kita berangkat kerja, kita bisa bereaksi berbagai macam. Kita bisa mulai dengan mengumpat, menggerutu, tidur lagi, cari alas an untuk sakit, mencari payung atau bersyukur karena kita ‘nggak’ akan kepanasan dan tetap berangkat kerja dengan semangat.

Semuanya bergantung pada pilihan kita. Begitu pula, saat misalnya, kita tidak dipromosikan tetapi rekan kita yang kita anggap ‘saingan’ justru yang dapat promosi. Maka, reaksi kita pun bisa beragam.

Kita bisa mulai bereaksi dengan cara memaki-maki atasan, keluar dari perusahaan, diam seribu bahasa, diam-diam menyabotase, menyebarkan gosip, bersikap negatif di kantor, memusuhi rekan Anda tersebut, pergi ke dukun, berusaha mencari cara mencelakakan rekan Anda itu, menerima kenyataan itu apa adanya, berusaha lebih gitu untuk me ning katkan kemampuan Anda, tetap positif, dan masih banyak cara yang bisa Anda lakukan.

Intinya, menghadapi berbagai situasi yang Anda alami, Anda punya banyak pilihan. Tentunya, yang perlu diingat, dari setiap pilihan tersebut, ada konsekuensinya.
Kembali pada contoh di atas. Tatkala kita memilih untuk mengeluh dan menggerutu ketika terjadi hujan sebelum berangkat kerja, mungkin konsekuensi yang didapatkan adalah hari yang tak menyenangkan.

Kita jadi murung dan uringuringan. Begitu pula, tatkala kita memilih untuk mencelakakan rekan kita yang dipromosikan, kita mungkin mengambil risiko terkena balasannya.

Misalkan, baru-baru ini ada seorang pebisnis di Kalimantan yang memutuskan untuk membayar preman untuk memukuli saingan bisnisnya. Akibatnya, si pebisnis yang memanggil preman tersebut kini mendekam di penjara atas idenya memukuli saingan bisnisnya itu. Jadi ingatlah, setiap kali kita membuat pilihan dalam pilihan itupun terdapat konsekuensi-konsekuensi yang mesti kita tanggung pula.

Bagaimana membuat pilihak bijak?
Pertanyaan penting di sini, bagaimanakah kita bisa membuat pilihan-pilihan yang bijak dalam kehidupan kita?
Pertama-tama, adalah memikir kan dan merenungkan sejenak. Ambillah waktu untuk merefleksikan ketika suatu pilihan diambil, apa konsekuensinya yang mungkin timbul. Sayangnya banyak orang dengan cepat mengambil langkah dan tindakan, tetapi ketika suatu konsekuensi terjadi, barulah orang sadar.

Saya ingat dengan email dari rekan saya yang menuliskan moto hidupnya yang bagus, “Jangan belajar soal pentingnya keselamatan dari kecelakaan (don’t learn safety by accident)”.

Celakanya, justru itulah yang banyak terjadi dalam hidup kebanyakan orang. Ketika sakit, ketika mengalami malapetaka, ketika terjadi kecelakaan, barulah orang menjadi sadar dan insyaf akan perbuatannya yang salah.

Namun, hal itu sering kali sudah terlambat. Karena itulah, ambillah waktu untuk memikirkan apa yang mungkin terjadi dari sesuatu sebelum keputusan diambil.

Kedua, yakinlah Anda mampu dan berani menanggung risikonya, ketika konsekuensi terburuk dari pilihan Anda terjadi. Banyak orang membuat pilihan tetapi menolak menerimanya tatkala akibat buruk dari keputusannya terjadi. Ini artinya, mau enaknya saja.

Ketika suatu keputusan dan pi lihan dibuat, hal yang buruk bisa saja terjadi. Nah, siapkah Anda ketika hal buruk itu terjadi? Jika Anda belum siap, sebaiknya pikir lagi keputusan dan pilihan Anda.

Akhirnya, untuk menghindari kesalahan dan kekeliruan, carilah referensi dan informasi. Saat ini ada banyak sumber informasi bahkan Anda pun bisa bertanya kepada orang yang pernah mengalaminya.

Semakin banyak informasi dan masukan, kadang memang bisa membuat bingung, tetapi makin banyak informasi, berarti pula Anda bisa punya banyak pertimbangan yang bisa membuat Anda membuat keputusan yang lebih baik.

Akhir kata, hanya sebuah saran sederhana: pikirkanlah sebelum terkena akibatnya, jangan terkena akibatnya baru berpikir.

Sumber : bisnis.com

Memulai Karier dengan Mulus

Kamis, 14 Juli 2011


Pertanyaan:

Bu Rossa, saya baru saja lulus sidang skripsi dan meraih gelar sarjana S1. Tantangan dunia kerja telah menanti di hadapan saya. Apa yang harus saya siapkan agar tidak terseok-seok di tengah jalan Bu?

Rico, Jakarta


Jawaban:

Selamat, Anda sudah lulus kuliah dan sudah punya gelar di tangan. Kini Anda tiba di dunia nyata di mana Anda harus memulai hidup dan karier profesional Anda. Ini adalah langkah-langkah yang bias membantu Anda di kehidupan yang sesungguhnya selepas sekolah:

1. Tentukan tujuan

Setelah bertahun-tahun sekolah, Anda tentunya sudah yakin tentang pekerjaan apa yang Anda inginkan, bukan? Tapi kalau belum juga, maka ini saatnya menentukan apa kekuatan Anda dan mengidentifikasi karier apa yang paling cocok dengan Anda. Apakah Anda tipe orang yang senang dikelilingi orang lain? Atau Anda lebih suka menyendiri di depan computer sambil membuat program? Tulis semua kekuatan, kelemahan, kesukaan, ketidaksukaan, dan ketertarikan. Kemudian fokuskan itu, baru cari pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda, supaya Anda bisa menikmatinya dan mengerjakannya dengan maksimal.

2. Lakukan penelitian

Jika Anda suka mengincar perusahaan tertentu, sangat penting bagi Anda untuk mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang perusahaan itu, tapi jangan juga menutup diri dari perusahaan lainnya. Yang harus Anda perhatikan ialah kualitas, cara kerja, dan stabilitas perusahaan itu. Apakah mereka akan bertahan selama beberapa tahun kedepan atau tidak? Apakah Anda bisa menyesuaikan diri disana? Jika Anda sudah mencari tahu, akan lebih mudah bagi Anda ketika wawancara maupun jika sudah diterima di sana.

3. Siapkan 'senjata' Anda

Sangat penting memiliki 'alat' yang tepat untuk tugas yang tepat pula. Yang Anda butuhkan ketika mencari pekerjaan
ialah CV yang baik. Ambil waktu untuk membentuk CV yang menarik dan sempurna untuk bisa "dijual". Ini ada beberapa tip yang penting diingat dalam membuat CV:

• Karena belum ada pengalaman kerja, tulis sebanyak-banyaknya tentang kemampuan dan bakat Anda.

• Jangan lupa tulis semua yang sudah pernah Anda raih/prestasi, sebagai nilai tambah tersendiri.

• Jangan lupa sertakan semua kegiatan di sekolah yang pernah Anda ikut seperti OSIS, kerja sampingan sambil sekolah,
atau yang lainnya.

4. Manfaatkan jaringan

Salah satu hal terpenting dalam mencari kerja adalah jaringan. Mengambil keuntungan dari semua sumber yang bisa Anda dapatkan sangatlah penting. Teman yang sudah lebih dulu lulus dan kerja, teman orang tua yang punya perusahaan, tetangga, bahkan info dari dosen atau guru, tidak boleh disia-siakan. Sebarkan CV Anda, dan jangan pelit info dengan orang lain, supaya Anda sendiri juga mendapat bantuan. Jangan malu dan takut untuk menelpon teman lama dan mengumpulkan info sebanyak-banyaknya.

5. Berlatih memainkan peran

Kalau Anda ingin menjadi bagian dari dunia professional, Anda harus mulai melatih diri untuk bersikap layaknya seorang profesional. Beli pakaian yang baik dan sesuai dengan pekerjaan yang Anda inginkan, dan pakai lah di hari wawancara Anda. Jangan lupa ganti alamat email dengan nama yang terdengar serius, yang paling mudah adalah dengan nama Anda sendiri. Di rumah, Anda juga harus mulai bersikap profesional. Angkat telepon yang berbunyi dengan sopan, bukan dengan asal-asalan, karena siapa tahu telepon itu dari calon perusahaan yang ingin mempekerjakan Anda. Semakin Anda memainkan peran itu dengan baik, maka orang akan semakin teryakini oleh Anda.

6. Jangan pernah menyerah

Dunia perkerjaan adalah tantangan yang luar biasa berat. Karena itu, pasang tujuan dan harapan yang realistik, dan sadari bahwa ada kemungkinan besar bahwa Anda harus memulai dari bawah untuk naik ke pekerjaan impian Anda. Anda bias ditolak berkali-kali oleh siapa saja dan mungkin akan banyak pengalaman pahit. Tapi itulah yang harus dilewati. Jadilah proaktif, ulet, tekun, percaya diri, dan yakin bahwa ada pekerjaan terbaik yang sedang menanti Anda diluar sana!

Sumber : curhat bu rosa

SUKSES itu seperti BUKA PUASA

Selasa, 14 Juni 2011


Kenapa kita Mau melakukan Puasa?....*bagi yg Muslim khususnya

Ada yg bilang "Karena Wajib" trus "Karena Niat"..dsb..dsb

Tapi ternyata ada satu Motivasi kenapa kita mau berpuasa

Kita mau melakukan Puasa krn sudah jelas waktu "Buka Puasanya"....Pas Bedug Maghrib!!

Coba kalo Puasa tapi Ngga jelas waktu Buka Puasanya...Mau?

Analogi sukses pun kurang lebihnya kaya gitu...Sukses itu sebuah kepastian & ada Waktunya

Segala kesulitan pasti akan berlalu dan Setiap masalah pasti punya batas waktu

Berusahalah seperti kita melakukan Puasa, kita kejar waktu Berbuka-nya, lapar & haus mah ditahan aja...

Trus Hubungan antara Puasa & Bisnis..krn sama2 ada "Ending"nya

Puasa "Ending"nya ya Buka Puasa....Bisnis "Ending"nya Sukses

Orang Puasa ada yang Batal krn ngga kuat nunggu waktu berbuka...

Orang yang Bisnis Gagal krn ga kuat nunggu Sukses....

Sesungguhnya orang yang gagal dlm bisnis itu ya karena kehabisan ide & berhenti nyoba

Dalam menjalankan Puasa Tuhan kasih Dispensasi buat Anak2 dan Orang Sakit

Tapi dalam Bisnis bisa jadi sama sekali ngga ada Dispensasi

jangan sampai setiap peluang diambil sama orang2 yg bisa memanfaatkan peluang & kita cuma jd penonton

Siapa Cepat Dia Dapat...Siapa Lambat bisa-bisa Melarat

Katanya kalo sdh Rezeki takkan kemana... etapi kalo ngga kemana-mana gimana mo dapet Rezeki :)

Nah Dalam menjalankan Puasa diwajibkan untuk berniat, supaya puasanya ngga sia2

Dalam berusaha juga gitu kita harus punya niat yang kuat untuk berhasil..

Bikin Dream Book juga bagian dari Niat & Doa, Doa yg Spesifik...yang membuat Usaha & Impian jadi Selaras alias jelas Tujuannya

Terus kalo Puasa Wajibnya udh Mantep biasanya makin ningkat lagi jalanin Puasa Sunah seperti Puasa Senin-Kamis, Puasa Syawal, Dll

Usaha juga gitu, setelah sukses selanjutnya pasti ngin melebarkan sayap & menambah usaha lain

Kuncinya Luruskan Niat & Tetap Bersabar, sabar dlm arti sebenarnya ya "Menahan Diri"

Teruslah untuk Menahan Diri untuk Tidak Berhenti sampai SUKSES!!

Tidak ada Nasib yang tidak bisa dirubah. Ubah Kebiasaan, maka Berubahlah Nasib Kita

Jgn cepat menyerah dgn sgl keterbatasan...Dobraklah batasan2 pemikiran sampai kita bisa menemukan jawaban

Rezeki itu sngt DEKAT, tapi sering terhalang oleh tabir yg tdk dpt dilihat dgn mata hati yg mengeluh & kurang bersyukur

Jangan suka mengeluh dalam sulit...Kesulitan itu tanda bahwa Tuhan percaya kalau kita BISA

Jadiiii, buat yang baru mau Action jadi Pengusaha......Selamat Berpuasa...dan Yakinlah ada Waktu untuk Berbuka...Semoga Bermanfaat ya

Setiap Orang Pasti Sukses, hanya cara2nya yg sering Menggagalkannya, Tidak pernah ada Orang Gagal hanya Caranya saja yg Gagal, Setiap Orang punya Kemungkinantak Terhingga untuk SUKSES

Sumber : ranggaumardreambook.blogspot.com

Wisdom 3

Kamis, 07 April 2011


  • George Bernard Shaw

    "Waspadai pengetahuan palsu karena hal itu lebih berbahaya ketimbang kebodohan. George Bernard Shaw, penerima Nobel Sastra asal Irlandia (1856-1950)."

  • Morrie Schwartz

    "Yang paling penting dalam hidup adalah belajar bagaimana memberi cinta dan terbuka menerimanya. Morrie Schwartz (1916-1995), pendidik dan penulis asal Amerika Serikat"

  • George Bernard Shaw

    "Waspadai pengetahuan palsu karena hal itu lebih berbahaya ketimbang kebodohan. George Bernard Shaw, penerima Nobel Sastra asal Irlandia (1856-1950)."

  • John F Kennedy

    "Anak-anak adalah sumber daya dunia yang paling bernilai, dan mereka harapan terbaik untuk masa depan. John F Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35 (1917-1963)"

  • Immanuel Kant

    "Sains dibentuk oleh pengetahuan. Kebijaksanaan dibentuk oleh kehidupan. Immanuel Kant (1724-1804), filsuf dan pemikir asal Jerman"

  • Isaac Newton

    "Taktik adalah seni menambah poin tanpa menambah musuh. Isaac Newton (1642-1727), Bapak Ilmu Pengetahuan Modern"

  • Deng Xiaoping

    "Tetaplah rendah hati dan berkepala dingin. Jangan pernah menonjolkan diri, tapi pastikan Anda melakukan sesuatu yang besar. Deng Xiaoping (1904–1997), pemimpin China"


    Sumber : okezone.com

Wisdom 2


    • Hirohito

      "Kami telah selesai menanggung hal yang tak tertahankan dan menderita atas sesuatu yang tak tertahankan. Hirohito (1901-1989), kaisar Jepang"

    • Alan M Dershowithz

      "Ketika Anda mendorong fanatisme agama yang terinspirasi senjata pemusnah massal dan menjanjikan mereka yang membunuh orang tidak berdosa akan masuk surga, bayangkan apa konsekuensinya. Alan M Dershowithz, guru besar Harvard Law School"

    • Simon Wiesenthal

      "Humor adalah senjata bagi orang yang tak bersenjata: humor bisa membantu orang-orang tertindas untuk tersenyum dalam situasi yang menyakitkan bagi mereka. Simon Wiesenthal (1908–2005), aktivis kelahiran Ukraina"

    • Rabindranath Tagore

      "Anda tidak akan bisa menyeberangi lautan hanya dengan berdiri dan memandangi air. Rabindranath Tagore (1861- 1941), pujangga dan dramawan India, peraih Nobel Sastra 1913."

    • John Lennon

      "Cinta itu janji. Cinta itu suvenir. Sekali diberikan, cinta tak akan pernah dilupakan. Jangan biarkan itu hilang. John Lennon (1940-1980), penyanyi asal Inggris."

    • James Stephens

      "Rasa ingin tahu akan mengalahkan rasa takut, bahkan melebihi keberanian yang kita kehendaki. James Stephens (1882–1950), pujangga dan pendongeng asal Irlandia"

    • Aung San Suu Kyi

      "Penjara sesungguhnya adalah rasa takut. Sedangkan kebebasan sesungguhnya adalah bebas dari rasa takut. Aung San Suu Kyi Tokoh Prodemokrasi Myanmar"


      Sumber : okezone.com

Wisdom 1


  • Simone Weil

    "Orang pintar yang membangga-banggakan kecerdasannya seperti seorang terpidana yang bangga dengan penjaranya yang besar. Simone Weil (1909-1943), filsuf Prancis"

  • Rabindranath Tagore

    "Fakta itu banyak tetapi kebenaran hanya satu. Rabindranath Tagore (1861-1941), pujangga dan dramawan India, peraih Nobel Sastra 1913.
    "

  • Plato

    "Orang bijak bicara karena mereka mempunyai sesuatu untuk dikatakan, orang dungu bicara karena mereka harus mengatakan sesuatu. Plato (428–348 SM), Filsuf Yunani Kuno"

  • Miguel de Cervantes Saavedra

    "Perkataan orang jujur sama baiknya dengan jaminan dia atas kejujuran itu. Miguel de Cervantes Saavedra (1547–1616), penulis Spanyol"

  • Dale Carnegie

    "Ketika berhadapan dengan orang, ingatlah Anda tidak sedang berurusan dengan makhluk logika, tetapi makhluk yang berperasaan. Dale Carnegie (1888–1955), pengajar asal Amerika Serikat"

  • Francis Bacon

    "Terdapat keterbatasan dalam penderitaan, tapi tidak dalam ketakutan. Francis Bacon, Sr (1561–1626), pengacara dan filsuf asal Inggris"

  • Richard Bach

    "Tidak ada musibah yang tidak bisa menjadi berkah dan tidak ada berkah yang tidak bisa menjadi musibah. Richard Bach, sastrawan Amerika Serikat"


    Sumber : okezone.com

Lima Menit Anda yang Berharga

Sesibuk apakah Anda hari ini? Menghadiri rapat, bertemu klien, menyelesaikan tugas rutin, membuat laporan proyek, dan banyak lagi pekerjaan menunggu Anda menyelesaikannya. Di akhir hari, mungkin kita kelelahan. Betapapun letihnya, ada baiknya Anda luangkan lima menit untuk merenungkan hari Anda sebelum pulang ke rumah. Jeda lima menit sangat singkat dibandingkan dengan jam-jam yang Anda habiskan untuk berbagai aktivitas lain.

Usahakan Anda tidak terganggu oleh dering telepon, atau apapun. Di saat seperti itu, Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti, “Apa saja pekerjaan yang berhasil saya selesaikan hari ini, dan apa yang gagal?”

Anda pun dapat bertanya, “Dengan siapa saja saya berbicara hari ini, seberapa besar manfaat yang saya peroleh dari pembicaraan itu?” “Apakah saya berbagi gagasan yang cemerlang?” “Apakah saya mendapatkan umpan-balik yang bagus bagi kinerja saya?”

Anda juga perlu bertanya, “Pelajaran apa yang saya petik hari ini? Dari diri saya sendiri, dari orang lain? Apa rencana saya esok hari? Apakah yang saya kerjakan menunjang peningkatan karier saya?”

Entah kita menyadarinya atau tidak, kita kerap menghabiskan waktu berpuluh jam untuk menyelesaikan satu tugas atau berjam-jam untuk satu pekerjaan. Maraton lima hari dalam sepekan. Namun kita jarang meluangkan waktu, katakanlah lima menit saja, untuk menjadi “pengamat” atas apa yang kita kerjakan dan bagaimana kita berperilaku pada hari-hari itu. Sebagai ketua tim, sudahkah kita menyapa anggota hari ini? Apakah kita sudah sempat mengirim e-mail ucapan terima kasih atas masukan bawahan? Jika kita lupa, kinilah saatnya melakukan hal itu.

Ketika berbicara langsung tadi siang, mungkin kita tak sanggup menyerap umpan balik kawan sekerja dengan serta merta. Mungkin kita agak emosional mendengarnya lantaran ketegangan kerja sedang meningkat. Nah, waktu lima menit yang Anda sisihkan membukakan jendela bagi Anda untuk melihat sisi-sisi positif dari masukan teman, atasan, atau bawahan. “Ternyata betul apa yang ia katakan,” ucap Anda kali ini dengan jujur.

Sebuah perusahaan boleh dibilang berhasil apabila, salah satunya, mampu mengajari karyawannya bagaimana menjadi pembelajar yang baik sepanjang hidup. Tidak harus di dalam ruang kelas workshop, atau ruang rapat, tapi ia bisa belajar di meja kerjanya sendiri. Belajar dari kegagalan, dari keberhasilan, dari interaksinya dengan orang lain; sebab, tak ada pekerjaan yang sanggup diselesaikan seorang diri di zaman sekarang.

Membiasakan diri untuk mengambil jeda lima menit untuk bertindak sebagai pengamat sungguh membantu kita dalam memperbaiki kinerja. Mula-mula kinerja diri sendiri, lalu tim, dan kemudian berimbas pada karier pribadi maupun kinerja perusahaan. Di tengah kesibukan kita bekerja begitu keras, bergerak demikian cepat, jeda lima menit dari keriuhan niscaya sangat berguna. Jadi, manfaatkan betul lima menit Anda yang berharga, setiap hari. ***

Sumber : tempointeraktif.com

Arti dan Makna Produktivitas

Rabu, 02 Februari 2011

Mungkin kita terbiasa untuk menuntaskan apa yang semestinya kita kerjakan setiap hari dengan berkerja keras di akhir pekan. Namun sahabat, bukan itu makna dari tujuh hari dalam seminggu.

Ketika seseorang ingin sembuh dari penyakit, ia harus minum obat setiap hari; bukan dengan meminum seluruh dosis di akhir pekan.

Begitu pula agar seorang siswa dapat naik kelas, maka ia harus mengerjakan pelajaran dan belajar setiap malam; bukan membaca bertumpuk buku sehari menjelang ujian.

Ini adalah prinsip sederhana dari produktivitas.

Produktivitas bukanlah sekedar menghasilkan apa yang dapat kita hasilkan sekarang atau esok. Namun, produktivitas adalah menjaga agar manfaat dari hasil itu bisa diperoleh sebaik-baiknya hingga di masa-masa mendatang. Mungkin anda bisa menghafal semua pelajaran anda dalam waktu semalam, namun jangan menyesal jika itu hanya bertahan semalam pula. Karena itu, produktivitas selalu berkenaan dengan waktu. Sedangkan waktu adalah ketekunan, kesabaran, dan ketahanan diri.

(Source : resensi.net)

Menyikapi Masalah

Selasa, 28 Desember 2010

Dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.

Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya. Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.

Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.

Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.

Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami
seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan masalah untuk meningkatkan kualitas kita.

Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah pelajaran dan pendidikan dari Allah, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan. Tidaklah masalah menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.

(Source : resensi.net)

Out of The Box

Selasa, 09 Maret 2010

“Out of The Box”

“Out of The Box”. Berfikir di luar kotak (Thinking outside the box), yaitu suatu cara berfikir diluar kebiasaan umumnya,atau berbeda dalam memecahkan suatu permasalahan atau dalam menghadapi kondisi-kondisi baru.

Sekarang istilah ini menyebar secara luas,termasuk digunakan di dalam dunia bisnis dan marketing, pendidikan dan manajerial sehingga orang memandang perlu tahu istilah ini untuk diterapkan dan diujicoba dalam usahanya untuk mewujudkan inovasi - inovasi produk, langkah langkah bisnis dan strategy manajemen yang akan diambil.

Untuk mengetahui cara fikir diluar kotak selayaknya kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud berfikir didalam kotak (Thinking inside the box), cara berfikir jenis ini artinya kita menerima status quo, kita berfikir secara umum normal dan rutin ,orang yang hanya membatasi dirinya dalam berfikir “inside the box” akan menemukan suatu kesulitan dalam membedakan “suatu kualitas ide”, ide adalah ide, solusi adalah solusi, mereka sangat jarang menginvestasikan waktunya untuk memikirkan “a great solution“.

Mereka juga percaya bahwa setiap masalah hanya memerlukan satu solusi, merumukan lebih dari satu kemungkinan alternatif solusi hanyalah buang-buang waktu, apakah lagi bila untuk mencari terobosan-terobosan.”There is no time for creative solution, we just need the solution“.

Menurut beberapa ahli, ada beberapa hal yang harus kita miliki untuk dapat berpikir Thinking out side the box diantaranya :

1. Keinginan untuk mengambil ide-ide dan ekspektasi baru dari hari ke hari, berdasarkan perkembangan informasi dan kondisi kekinian.
2. Berfokus pada nilai dalam menemukan ide -ide baru dan bertindak sesuai dengan ide-ide tersebut.
3. Terbuka pada sesuatu yang berbeda dan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.
4. Berusaha menciptakan nilai dengan cara -cara baru.
5. Menerima segala bentuk informasi yang berkembang untuk kemudian difilterisasi.
6. Mendukung dan menghormati pihak lain ketika mereka mengungkapkan ide - ide barunya.

Pada Zaman Wild-Wild-West (Jaman koboi di Amerika dulu), terjadi trend menggali emas dan tiba-tiba semua orang pergi ke barat untuk mencari emas, tetapi tahukah Anda siapa yang paling kaya? Yang menggali emas ? BUKAN !!

Ternyata yang paling kaya adalah YANG JUAL JEANS (LEVI’S), dan YANG JUAL SEKOP kenapa? Karena disaat semua ikut-ikutan menggali emas, mereka tiba-tiba mempunyai kebutuhan yang sama yaitu celana jeans dan sekop. Jadi pada saat itu orang-orang yang dapat melihat peluang bisnis tersebut, akan menjual jeans atau sekop karena mereka tidak ikut-ikutan mencari emas, tapi fokus apa yang akan banyak di cari saat trend emas itu terjadi.

Ketika ada trend yang semua orang suka olah raga lari, kita jual apa supaya larinya lebih cepat? JUALAN SEPATU , JUAL KAOS OLAHRAGA.

Siapa yang tidak tahu dengan yang namanya AQUA (maaf bukan promosi lho!). Mungkin hanya sedikit yang tahu bagaimana situasi yang dihadapi oleh perintis dari produk air dalam kemasan ini. Kala itu, banyak orang mencibir dan meremehkan, air bening dijual dalam kemasan botol (waktu itu kemasan gelas belum ada), pasti tidak akan laku. Karena apa ? Karena air yang biasa dijual dalam kemasan saat itu biasanya adalah air yang sudah diberi perasa dan pewarna (sirup, orson dll), selain itu kalau orang butuh air bening tinggal masak saja air dari sumur. Selesai perkara.

Tapi apa yang terjadi sekarang (dimana kualitas air tanah tidak sebagus dulu), orang dimana-mana sudah akrab dengan air dalam kemasan ini bahkan banyak perusahaan yang akhirnya mengikuti (mengekor) kesuksesan yang ditorehkan AQUA.
Salah satu cara yang paling bisa untuk melatih kita berpikir diluar dari “kotak” adalah dengan mengetahui terlebih dahulu cara berpikir apa yang orang biasa pikirkan atau lakukan. Jika sudah mengetahui apa yang orang biasa pikirkan, maka kita bisa mencari sesuatu di atas yang orang biasa pikirkan tersebut. Menciptakan suatu hal yang sudah pernah dipikirkan orang lain namun belum terealisasikan atau bahkan menciptakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sekalipun Apakah bisa disebut ide yang gila? Ya, memang benar ini ide yang gila dan mustahil pada saat ini. Bagaimana jika hal itu nantinya terjadi? Akan menjadi sangat luar biasa dan ternyata tidak mustahil.

Lalu bagaimana kaitannya dengan dunia dakwah dan tarbiyah, lebih khusus lagi dengan kebijakan-kebijakan strategis yang diambil oleh para qiyadah kita.

Saya berpendapat dalam kadar tertentu beririsan dengan cara pengambilan keputusan yang ‘out of the box’, diluar main-stream cara berfikir yang seharusnya diambil oleh partai yang salah satu positioning-nya adalah partai dakwah atau partai Islam. Namun demikian dalam kacamata kemaslahatan dakwah maka saya berpendapat bhw kebijakan-kebijakan tersebut tidak semata-mata “Out of The Box” saja tapi juga ”Still Inside The Frame”, yang dalam bahasa dakwahnya dikenal dengan istilah TSAWABIT WAL MUTAGHAYYIRAT. Yang merupakan racikan yang padu atas dasar pemahaman yang mendalam dari fiqhud dakwah, fiqhul ahkam dan fiqhul waqi’. Saya merasa nyaman, karena saya percaya dengan kapasitas, kompetensi serta komitmen para qiyadah tersebut.

Akhirnya saya merenung, boleh jadi kebijakan-kebijakan strategis yang diputuskan oleh para qiyadah dakwah ini, yang saat ini banyak dicibir orang, banyak dikritisi oleh banyak orang, banyak tersebar fitnah atasnya bahkan diragukan juga oleh sebagian kecil kadernya. Seiring dengan waktu berlalu dan proses yang terjadi akhirnya atas izin Allah akan menuai hasil yang luar biasa bagi kemaslahatan dakwah ini. Lalu saya pun menerawang, apa yang telah dilakukan oleh para kader dakwah di negeri ini akhirnya satu saat kelak menjadi satu sunnah hasanah, menjadi trend-setter bagi pola pergerakan para pejuang Islam di seluruh penjuru dunia. Betapa banyak limpahan kebaikan didalamnya.

”Ah !! Apakah ini hanya mimpi ?” sebersit tanya muncul, tapi saya pun kembali tersenyum tenang, saya teringat perkataan seorang sholeh, seorang ‘ulama mujaddid mujahid dakwah abad ini, dia pernah mengatakan “Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.” “Amin, ustadz.” gumamku.


*) racikan dari berbagai sumber, silahkan baca lbh lanjut ttg masalah” tsawabit wal mutaghayyirat” ini, ada beberapa buku bagus yg membahasnyai dengan tuntas (sy lupa judul bukunya tapi sy pernah baca sebelumnya). Inayah, Taujih Forum Sholahuddin.

Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
.
Image and video hosting by TinyPic
.
BUKU HIJAU
.
BUKU PUTIH
.
CEIIS